Review Film Park Jihoon THE KING'S WARDEN, Layak 16 Juta Penonton

13 April 2026, 14:20 WIB
Review Film Park Jihoon THE KING'S WARDEN, Layak 16 Juta Penonton

Kapanlagi.com - Buat @anandayuhee bahagia rasanya pada akhirnya film ini ditayangkan di Indonesia.

Sudah sepantasnya film ini jadi film Korea terlaris nomer 3 di Korea dengan total saat ini mencapai 16 juta penonton.

Kisah nyata tentang Raja Danjong mengajak penonton merasakan kisah tragis Sang Raja pada masa diasiangkan. Meskipun ini film sageuk (historical), KLovers nggak perlu khawatir bakal merasa boring dengan ceritanya. Filmnya benar-benar dibuat senyaman mungkin kita bisa mengikuti sejarah Raja Korea yang namanya sempat dihilangkan dari sejarah ini dengan perlahan dan detail.

Park Ji Hoon berhasil memerankan bagaimana perasaan di umur 16 tahun harus bertanggung jawab melindungi rakyatnya dari keserakahan orang-orang di sekitarnya.

Bahkan di detik-detik saat ia sampai di tempat pengasingan, aku mulai merasakan kekosongan hatinya. Mulai nangis? Jujur iya~ Adegan tersebut tergambarkan dengan sangat baik.Review film Park Jihoon THE KING'S WARDEN / source: showbox.co.kr

Park Ji Hoon memang dikenal keren kalau soal bercerita dari tatapan mata, di film ini dia bisa menggambarkan perasaan sedih, merasa bersalah, dan kehilangan semangatnya karena rakyat.

Belum lagi beberapa adegan juga bisa bikin penonton makin jatuh cinta dengan aktingnya. Aku suka skill akting memanahnya saat diserang harimau, benar-benar detail dan keren. Meskipun CGI harimau sedikit mengganggu buatku ya, tapi nggak masalah karena kita lebih harus fokus dengan keseluruhan filmnya.

Lalu yang paling diingat adalah scene di mana teriakan kemarahan Raja Danjong pada Han Myonghoe, "Ne inom! (Baxxx!) Beraninya kamu menghina keluarga kerajaan!" Scene tersebut sampai membuat orang Korea merasa bangga pada Park Ji Hoon.

Di satu sisi tentu Yoo Hae Jin sebagai Eum Heung Do juga sangat berperan besar membangun cerita sejarah ini. Yoo Hae Jin bikin penonton ngakak sampai harus merasakan kesedihan yang mendalam di akhir filmnya.

Di akhir ada kalimat yang membuatku menyentuh yang dikatakan oleh Raja Danjong, "Selama ini aku hidup tidak pernah atas kemauanku sendiri." Meski 500 tahun dihilangkan dari sejarah, ini membuatku tersentuh bagaimana dia harus bertanggung jawab menjadi Raja.

Film ini benar-benar membawa kita ke dalam cerita sejarah tragis namun ada suasana kekeluargaan, penuh tawa, dan kesetiaan yang bisa dirasakan. Meskipun pada akhirnya kita tahu bagaimana Raja Danjong harus mengakhiri sejarahnya.

(kpl/jje)

Sumber : KapanLagi.com