Ndhank Surahman Eks Gitaris Stinky Meninggal Karena Pecah Pembuluh Darah, Dimakamkan di Manado

19 April 2026, 20:03 WIB
Ndhank Surahman Eks Gitaris Stinky Meninggal Karena Pecah Pembuluh Darah, Dimakamkan di Manado

Industri musik Tanah Air kembali dirundung duka yang mendalam. Ndhank Surahman Hartono, sosok yang dikenal sebagai mantan gitaris sekaligus pendiri grup band legendaris Stinky, mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (18/4/2026) kemarin. Kabar ini tentu mengejutkan para penggemar karya-karyanya yang fenomenal.

Penyebab meninggalnya sang musisi diungkapkan oleh pihak keluarga melalui saudara kembar almarhum. Ndhank diketahui sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia. Kondisi kesehatannya menurun drastis dalam waktu yang cukup singkat.

"Di Manado. Kapannya saya masih tunggu konfirmasi dari istrinya, karena saya masih di Tangerang," ucap Edo Surahim saat dihubungi awak media, Minggu (19/4/2026).

Edo menjelaskan bahwa sebelum berpulang, Ndhank Surahman baru dirawat selama tiga hari di rumah sakit. Awalnya, almarhum didiagnosa mengalami stroke ringan. Namun, kondisi medisnya semakin memburuk hingga terjadi komplikasi yang fatal pada bagian otaknya.

Keluarga menyebutkan bahwa penyebab utama kepergian Ndhank adalah pecahnya pembuluh darah di otak. Hal ini menjadi titik kritis yang membuat nyawanya tidak tertolong lagi meskipun telah mendapatkan tindakan medis. Kepergian yang mendadak ini menyisakan kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

"Itu dirawat baru 3 hari. Awalnya struk ringan, terakhir sebelum meninggal pembuluh di otak pecah," tutur Edo menjelaskan kronologi medis sang kembaran.

Rencananya, jenazah pencipta lagu Mungkinkah tersebut akan disemayamkan dan dimakamkan di Manado. Namun, untuk waktu pastinya, Edo masih menunggu keputusan final dari istri almarhum. Saat ini, Edo sendiri masih berada di Tangerang dan bersiap untuk mengurus keperluan pemakaman.

Ndhank Surahman Hartono memiliki rekam jejak yang mentereng di belantika musik Indonesia. Bersama Andre Taulany dan rekan lainnya, ia mendirikan Stinky pada tahun 1992. Namanya melekat erat pada lagu-lagu hits yang masih sering diperdengarkan hingga saat ini.

Lagu-lagu seperti Mungkinkah dan Jangan Tutup Dirimu adalah bukti pendar kreativitasnya yang luar biasa. Sebagai gitaris dan penulis lagu utama, Ndhank telah membawa Stinky ke puncak kejayaan pada masanya. Kontribusinya terhadap perkembangan musik pop Indonesia sangatlah besar.

Kepergian Ndhank meninggalkan kekosongan di hati para penikmat musik tahun 90-an. Banyak rekan musisi yang turut menyampaikan belasungkawa atas wafatnya pria yang memiliki bakat besar dalam merangkai nada tersebut. Warisan karyanya dipastikan akan tetap abadi meskipun sang musisi telah tiada.

Masyarakat kini mendoakan agar almarhum Ndhank Surahman Hartono mendapatkan tempat terbaik di sisi-Nya. Perjalanan panjangnya dari mulai merintis band hingga menjadi salah satu gitaris ikonik akan selalu dikenang sebagai sejarah penting dalam dunia entertainment Indonesia.

Sumber : KapanLagi.com