HYBE, SM, JYP, YG Bentuk Kerja Sama untuk Festival K-Pop Global yang Dipimpin J.Y. Park
17 April 2026, 13:54 WIB
HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment tengah mengajukan pembentukan usaha bersama untuk menciptakan festival musik berskala global. Baca selengkapnya di sini.
Kapanlagi.com - Empat perusahaan hiburan terbesar Korea Selatan HYBE, SM Entertainment, JYP Entertainment, dan YG Entertainment, tengah memajukan rencana pembentukan usaha bersama yang bertujuan menciptakan festival musik berskala global. Langkah ini menandai perubahan besar dalam strategi global industri K-pop.
Menurut laporan Business Post pada 16 April, keempat perusahaan tersebut baru-baru ini mengajukan permohonan penggabungan usaha kepada Korea Fair Trade Commission. Pengajuan ini merupakan bagian dari proses pendirian perusahaan baru yang bergerak di bidang perencanaan konser dan produksi festival.
Pengajuan tersebut wajib dilakukan karena HYBE tergolong sebagai bagian dari konglomerat besar dengan aset melebihi 5 triliun KRW (sekitar 56,3 triliun rupiah). Sementara itu, SM Entertainment terafiliasi dengan Kakao Group, yang juga ditetapkan sebagai grup perusahaan besar.
Meskipun pihak regulator tidak mengonfirmasi secara spesifik dokumen yang diajukan, mereka menyatakan bahwa jangka waktu peninjauan dapat berbeda-beda tergantung pada rincian masing-masing kasus.
(kpl/pnz)
Kemitraan Setara dan Ambisi Global
Kerja sama ini direncanakan akan didanai secara merata oleh keempat perusahaan tersebut. Namun, rincian penting terkait tata kelola, seperti penunjukan CEO dan struktur dewan direksi, belum diselesaikan sepenuhnya. Entitas baru ini diperkirakan akan memegang peran sentral dalam pelaksanaan proyek 'Phenomenon'.
Nama 'Phenomenon' merupakan gabungan dari kata "fan" dan "phenomenon", yang mencerminkan konsep gerakan budaya berskala besar yang digerakkan oleh kekuatan fandom global. Proyek ini dipimpin langsung oleh Park Jin Young yang lebih dikenal sebagai J.Y. Park dalam kapasitasnya sebagai Ketua Komite Pertukaran Budaya Populer. Konsep ini pertama kali ia perkenalkan dalam upacara peluncuran komite tersebut pada 1 Oktober 2025 di KINTEX, Goyang. Saat itu, J.Y. Park telah memaparkan peta jalan yang ambisius.
Setelah melalui masa persiapan sekitar dua tahun, festival ini dijadwalkan memulai debutnya di Korea Selatan pada Desember 2027 sebagai acara tahunan berskala besar. Acara ini akan menampilkan artis-artis dari keempat agensi tersebut. Mulai Mei 2028, festival ini direncanakan akan diperluas menjadi tur global yang singgah di berbagai kota besar di seluruh dunia.
Bertujuan Melampaui Coachella
J.Y. Park menempatkan 'Phenomenon' sebagai festival yang dirancang untuk melampaui Coachella. Visinya mencakup pembangunan platform K-pop berkelas dunia serta properti intelektual budaya unggulan bagi Korea Selatan.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan budaya di bawah pemerintahan yang dipimpin oleh Lee Jae Myung. Pemerintah telah menekankan pengembangan budaya K-culture sebagai mesin pertumbuhan utama di masa depan. Model kemitraan publik-swasta yang didorong pemerintah pun mendorong kreativitas, sembari tetap mempertahankan campur tangan langsung yang terbatas. Pendekatan ini kerap disebut sebagai prinsip "arm's length", yaitu menjaga jarak yang proporsional.
Memperluas Model Bisnis K-Pop
Secara global, festival besar seperti Lollapalooza (AS), Glastonbury (Inggris), dan Fuji Rock Festival (Jepang) telah menjadi aset budaya yang mampu mendorong pariwisata sekaligus memperkuat citra kota penyelenggaranya.
'Phenomenon' diperkirakan akan menempuh jalur serupa, namun dengan penekanan lebih kuat pada partisipasi yang digerakkan oleh penggemar. Proyek ini berpotensi menjadi titik balik bagi industri K-pop, mengubahnya menjadi ekosistem festival global yang berpusat pada penggemar.