5 Tahun Digarap, Film Anak 'PELANGI DI MARS' Siap Hadirkan Visual Spektakuler dan Teknologi XR

13 March 2026, 17:47 WIB
5 Tahun Digarap, Film Anak 'PELANGI DI MARS' Siap Hadirkan Visual Spektakuler dan Teknologi XR

Kapanlagi.com - Setelah merilis official trailer, film PELANGI DI MARS langsung menuai respons positif dari para pecinta film di Tanah Air. Film produksi Mahakarya Pictures yang disutradarai oleh Upie Guava ini berhasil menarik perhatian warganet berkat visualnya yang memukau serta pendekatan teknis yang dinilai cukup revolusioner untuk industri film Indonesia.

Namun di balik trailer singkat tersebut, ternyata ada proses panjang yang tidak mudah. Film anak-anak yang dijadwalkan tayang saat libur Lebaran pada 18 Maret 2026 ini membutuhkan waktu produksi lebih dari lima tahun sebelum akhirnya siap ditonton publik.

(kpl/fbi)

Terinspirasi Film Sci-Fi Legendaris

Terinspirasi Film Sci-Fi Legendaris

Bagi Upie Guava, proyek ini bukan sekadar membuat film anak-anak biasa. Sejak kecil, ia tumbuh dengan menonton film sci-fi ikonik Hollywood seperti Jurassic Park dan Star Wars. Dari sanalah muncul keinginan agar anak-anak Indonesia juga memiliki tokoh pahlawan dan cerita besar yang lahir dari negeri sendiri.

"Saya ingin dari menonton Pelangi di Mars, anak-anak Indonesia bisa percaya bahwa mereka boleh bermimpi setinggi langit dan mereka mampu menggapainya," ujar Upie.

Dari visi tersebut lahirlah karakter Pelangi, seorang anak yang diceritakan sebagai manusia pertama yang lahir di Planet Mars. Lewat karakter ini, Upie ingin menghadirkan kisah tentang keberanian, mimpi besar, serta semangat anak Indonesia dalam menyelamatkan dunia.

Eksperimen Teknologi XR yang Tidak Mudah

Eksperimen Teknologi XR yang Tidak Mudah

Menggarap film bergenre sci-fi di Indonesia tentu bukan perkara sederhana. Apalagi tim produksi memutuskan menggunakan teknologi Extended Reality (XR) atau virtual production, teknologi yang pada tahun 2020 masih sangat jarang digunakan di industri perfilman Indonesia.

Produser film, Dendi Reynando, mengungkapkan bahwa proses pengembangan film ini tidak hanya soal menulis cerita. Mereka juga harus membangun fondasi teknologi yang sebelumnya belum pernah digunakan dalam produksi film lokal.

"Di saat yang bersamaan kami mengembangkan cerita Pelangi di Mars, kami juga memperkenalkan dan mengembangkan teknologi ini di Indonesia. Dari awal kami tahu risikonya, bahkan sempat merasa kalau membuat film ini hampir mustahil," ungkap Dendi.

Ia menggambarkan perjalanan lima tahun tersebut seperti sedang tersesat di sebuah hutan yang belum pernah dijelajahi sebelumnya. Meski begitu, banyak orang yang akhirnya ikut bergabung dalam perjalanan tersebut hingga mereka berhasil menemukan jalan keluar dan menyelesaikan film ini.

Tayang Lebaran 2026

Tayang Lebaran 2026

Setelah melalui proses panjang lebih dari setengah dekade, kerja keras tim produksi akhirnya siap dipersembahkan kepada penonton. Pelangi di Mars diharapkan bukan hanya menjadi tontonan anak-anak, tetapi juga bukti bahwa sineas Indonesia mampu menghadirkan film dengan kualitas visual dan teknologi yang semakin maju.

Film ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 18 Maret 2026, bertepatan dengan momen libur Lebaran. Kehadirannya diharapkan menjadi pilihan tontonan keluarga dengan petualangan luar angkasa yang segar dan inspiratif.

Bagi yang ingin mengikuti perkembangan terbaru, termasuk proses produksi hingga konten behind the scene, informasi lebih lanjut bisa dipantau melalui akun media sosial resmi @pelangidimars dan @mahakaryapictures.

Sumber : KapanLagi.com