BNN Kaltim dapat jatah 65 senpi dari Waseso buat perangi narkoba

07 March 2017, 14:33 WIB
BNN Kaltim dapat jatah 65 senpi dari Waseso buat perangi narkoba

BNN Kalimantan Timur, bakal kebagian 50 unit pistol, untuk memerangi narkoba di Kalimantan Timur. Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan 15 unit senjata laras panjang dan 3 anjing pelacak. Semua unit senpi akan tiba dalam waktu dekat.

"Dari 1.800 unit se-Indonesia, kita dapat 50 unit senjata api laras pendek, ditambah dengan senjata pendamping, kurang lebih 15 unit ya," kata Kepala BNN Provinsi Kalimantan Timur Brigjend Pol Sufyan Syarief, kepada merdeka.com, di kantor BNN Kalimantan Timur, Jalan Rapak Indah, Samarinda, Selasa (7/3).

Sufyan menerangkan, total 65 senjata api itu, selain akan digunakan BNN Kalimantan Timur, juga disebar ke BNN kabupaten dan kota, terutama petugas BNN di bagian penindakan.

"Semua senjata baru, untuk BNN provinsi dan di BNN kabupaten ktoa. Kapan datangnya, nanti akan diberitahu. Yang jelas, ada 65 unit senjata api," ujar Sufyan.

"Pesan khusus dari kedatangan senjata ini adalah, bahwa kita tidak main-main dengan narkoba. Kabur atau melawan, pasti ada tindakan tegas," tambahnya.

Sufyan memastikan, mereka yang memegang senjata api itu nantinya adalah orang-orang terpilih, dan telah terlatih untuk menggunakan senjata. Mereka juga telah menjalani psikotes dan psikologi, sebelum memegang senjata.

"Ya, ada petugas khusus yang sudah terlatih. Semua sudah dilengkapi ya (dengan serangkaian tes). Tidak hanya senpi, kita juga dapat 3 anjing pelacak ya," sebut Sufyan.

Masih diterangkan Sufyan, pengguna narkoba di Kaltim, sangat mencengangkan, dan terus bertambah meski petugas terus gencar melakukan penindakan dan penangkapan pelaku kasus narkoba.

"Kita semua harus bersama-sama memerangi. Karena pengguna sabu terus bertambah. Di Kalimantan Timur saat ini, ada sekitar 30 hingga 90 ribu pengguna narkoba. Ini sangat memprihatinkan," demikian Sufyan.

Sebelumnya, Kepala BNN Komjen Pol Budi Waseso saat berada di Samarinda, 24 November 2011 lalu menyebutkan, BNN membeli 2.200 senjata api yang akan digunakan seluruh BNN provinsi, dan kabupaten kota. Rinciannya, 1.800 pucuk pistol dan 400 senjata laras panjang. Tidak hanya itu, BNN juga bakal dilengkapi senjata serbu.

"Jenisnya ada pistol, senjata serbu, ada senjata pendamping, senjata sniper. Timnya (untuk penindakan) sudah ada, kekurangan dulu adalah tidak ada senjatanya. Senjata kita dibantu oleh Polri. Sekarang BNN memiliki senjata sendiri," demikian dikatakan Budi Waseso saat itu.

Sumber : Merdeka.com