Ammar Zoni Menangis Saat Susun Pleidoi Pribadi, Curhat Kehilangan Orang Tua hingga Perceraian

01 April 2026, 23:40 WIB
Ammar Zoni Menangis Saat Susun Pleidoi Pribadi, Curhat Kehilangan Orang Tua hingga Perceraian

Ammar Zoni tengah bersiap menghadapi agenda persidangan yang sangat penting, yaitu pembacaan nota pembelaan atau pleidoi. Di balik jeruji besi, Ammar diketahui menyusun sendiri draf pembelaan pribadinya. Proses penulisan ini menjadi momen yang sangat emosional bagi mantan suami Irish Bella tersebut karena ia harus kembali mengingat berbagai cobaan hidup yang datang silih berganti.

Kuasa hukumnya, Jon Mathias, mendampingi langsung proses penyusunan berkas tersebut selama berjam-jam di dalam lapas. Ammar diberikan kebebasan untuk menuangkan seluruh isi hatinya ke dalam tulisan yang nantinya akan dibacakan di hadapan majelis hakim. Jon menyebut bahwa draf tersebut sudah selesai dan mencakup perjalanan hidup Ammar dari masa jaya hingga titik terendahnya saat ini.

"Kami datang ke Lapas itu dalam rangka mengedukasi Ammar untuk penyusunan pleidoi pribadi. Alhamdulillah dia sudah menyusun pleidoi tersebut. Kami datang tadi jam 2, baru berakhir karena membantu mengedukasi dia menyusun pleidoi," ujar Jon Mathias saat ditemui di Lapas Cipinang, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2026).

Dalam nota pembelaan pribadinya, Ammar Zoni menceritakan riwayat hidupnya secara mendalam. Ia menuliskan alasan mengapa dirinya bisa terjerumus dalam lingkaran narkotika serta bagaimana rasa sedihnya menghadapi perceraian. Ammar juga mencurahkan rasa kehilangan yang mendalam saat anak, ibu, hingga ayah kandungnya meninggal dunia.

"Yang intinya, ya dia kan menceritakan gimana riwayat hidup dia, ya kan, sampai dia berpisah juga, kemudian juga kenapa dia sampai mengenal narkotika. Kemudian bagaimana kehilangan anaknya, kemudian meninggalnya bapaknya. Jadi semua dia susun dengan baik. Ya tentu kami sebagai Penasihat Hukum lebih mengedukasi dia ke masalah hukumnya," katanya.

 

Suasana haru pun tidak terbendung saat Ammar membacakan poin-poin pembelaannya di depan tim pengacara. Jon Mathias mengungkapkan bahwa kliennya itu tak kuasa menahan air mata saat menggali kembali memori tentang keluarganya. Ammar merasa sangat terpukul harus kehilangan orang-orang tercinta di saat dirinya sedang sangat membutuhkan dukungan moral.

"Iya dalam membacakan itu ke kami ya, dalam menyusun itu dia banyak menangis. Dia dalam membacakan pleidoi itu kalau kita menengok riwayat hidupnya, ya luar biasa juga, itu bisa menangis juga, sedih juga," katanya.

"Bagaimana dia ibaratnya merintis karier, bagaimana penderitaannya ditinggal oleh adiknya yang adik pertamanya perempuan dulu meninggal, kemudian ibunya meninggal juga, ya kan, sampai bapaknya meninggal dalam keadaan dia yang sangat butuh supporting dari orang-orang yang dia cintai," sambung Jon.

Pihak kuasa hukum berharap agar setiap kalimat yang dirangkai Ammar dapat menyentuh hati nurani majelis hakim. Jon menekankan sisi kemanusiaan dalam kasus ini, terutama terkait status Ammar sebagai seorang ayah. Meski sudah bercerai, Ammar tetap ingin menjalankan kewajibannya membimbing anak-anaknya yang masih balita.

"Majelis hakim ini kan seorang wanita, seorang ibu, pasti beliau mempunyai rasa-rasa keadilan dan kemanusiaan untuk Ammar. Apalagi Ammar ini kan masih muda, masih panjang masa depannya. Anak-anaknya masih kecil, kan butuh bimbingan dia walaupun dia sudah bercerai. Tapi kan nggak ada mantan ayah, mantan anak nggak ada. Jadi mudah-mudahan hakim akan mempertimbangkan itu," ungkapnya.

Menjelang sidang besok, Ammar dipastikan dalam kondisi fisik yang sehat dan siap tampil maksimal di ruang sidang. Ia bahkan sudah merapikan penampilannya agar terlihat sopan saat bertemu dengan hakim. Keluarga pun berharap agar pembelaan ini menjadi jalan bagi Ammar untuk mendapatkan keadilan yang seadil-adilnya.

"Kondisinya alhamdulillah baik. Untuk persidangan besok juga dia dipangkas rambutnya supaya rapi. Jadi alhamdulillah pelayanan Lapas ya menurut kami, ya kami sebagai Penasihat Hukum mewakili keluarga berterima kasih banyak juga," tutup Jon Mathias.

Sumber : KapanLagi.com