Anak Donny Fattah Kenang Konsistensi Sang Ayah di Dunia Musik

09 March 2026, 14:14 WIB
Anak Donny Fattah Kenang Konsistensi Sang Ayah di Dunia Musik

Kepergian Donny Fattah meninggalkan duka mendalam bagi keluarga, terutama bagi sang putra, Iman Fattah. Bagi Iman, ayahnya bukan sekadar orang tua, melainkan sosok panutan yang luar biasa, baik sebagai kepala keluarga maupun sebagai seniman besar.

Iman mengaku sangat bersyukur dilahirkan sebagai anak dari seorang legenda musik rock Indonesia. Ia melihat sisi lain ayahnya yang begitu rendah hati dan inspiratif, yang mungkin tidak banyak diketahui oleh publik luas.

"Waduh banyak banget nih. Tidak ada kata lain selain saya adalah salah satu manusia yang beruntung menjadi anaknya beliau ya. Karena Papa tuh adalah orang yang sangat rendah hati, baik, dan secara seniman juga dia adalah apa namanya panutan saya sih," kata Iman Fattah saat ditemui tim KapanLagi.com usai pemakaman di TPU Kampung Kandang, Ciganjur, Jakarta Selatan, Sabtu (07/03/2026).

Donny sebagai musisi yang berdedikasi tinggi memberikan pengaruh besar pada Iman, yang juga mengikuti jejak ayahnya di dunia musik.

Namun, Iman menegaskan bahwa ayahnya tidak pernah memaksanya untuk menjadi musisi. Semua itu terjadi secara alami karena melihat keteladanan yang ditunjukkan Donny.

"Tapi dia nggak pernah 'kamu harus jadi musisi' gitu nggak. Tapi karena dia terus di jalannya, jadi saya juga melihatnya wah dia konsisten di jalannya gitu. Itu sih yang bikin saya cukup sangat kehilangan sebetulnya," jelas Iman.

Salah satu warisan atau legacy terbesar yang ditinggalkan Donny bagi Iman adalah konsistensi dan idealisme dalam berkarya. Iman belajar dari ayahnya untuk tetap teguh pada prinsip dan berani menghadapi segala tantangan yang ada di depan mata.

"Iya itu sih sebetulnya konsistensi dan apa idealisnya itu sih yang yang nggak ada duanya sih. Jadi mau apa apapun yang terjadi di depan, tantangan segala macam, ya dihadapin aja gitu," tambahnya.

Semangat Donny dalam bermusik dinilai Iman bukan karena paksaan atau ambisi semata, melainkan panggilan jiwa untuk memberikan kontribusi dan nilai melalui karya. Hal inilah yang membuat musik God Bless tetap hidup dan dihargai oleh banyak orang hingga saat ini.

"Jadi itu mendedikasikan itu sebetulnya keluar dari dirinya sendiri ya. Jadi dia nggak secara 'saya mau hidup bagi musik' gitu, nggak. Tapi karena karena dia melihat bahwa ini dia bisa give value gitu ya, bisa kontribusi," pungkas Iman mengenang sosok ayahnya.

Sumber : KapanLagi.com