Diwarnai Hujan, Ratusan Pelayat Antar Vidi Aldiano ke Peristirahatan Terakhir

08 March 2026, 10:43 WIB
Diwarnai Hujan, Ratusan Pelayat Antar Vidi Aldiano ke Peristirahatan Terakhir

Suasana haru menyelimuti prosesi pemakaman penyanyi Vidi Aldiano di TPU Tanah Kusir, Kebayoran, Jakarta Selatan. Setelah disalatkan di dekat rumah duka, jenazah pelantun "Nuansa Bening" tersebut langsung dibawa menuju tempat peristirahatan terakhirnya. Iring-iringan jenazah tiba di lokasi pemakaman sekitar pukul 08.30 WIB, disambut oleh ratusan pelayat yang telah menanti.

Bukan hanya keluarga, sejumlah rekan selebriti juga terlihat hadir untuk memberikan penghormatan terakhir. Sosok-sosok seperti Raisa, Deddy Corbuzier, Fitri Tropica, hingga Habib Jafar tampak berbaur di tengah kerumunan pelayat. Kehadiran mereka menjadi bukti betapa Vidi adalah sosok yang dicintai dan memiliki tempat istimewa di hati para sahabatnya.

Baca berita lainnya seputar Vidi Aldiano di KapanLagi.com.

Meski hujan turun membasahi bumi, hal tersebut tidak menyurutkan niat para pelayat untuk tetap bertahan di posisi masing-masing. Mereka dengan khusyuk mengikuti jalannya prosesi pemakaman, seolah langit pun turut menangis mengiringi kepergian sang musisi berbakat. Sayangnya, awak media yang meliput dibatasi jarak sekitar 20 meter dari pusara demi menjaga kekhidmatan acara.

Raut kesedihan terpancar jelas dari wajah teman-teman dekat Vidi. Beberapa di antaranya bahkan tak kuasa menahan air mata saat jenazah dimasukkan ke liang lahat. Isak tangis tertahan terdengar di sela-sela lantunan doa yang dipanjatkan untuk almarhum.

Salah satu perwakilan keluarga memberikan sambutan singkat yang menyentuh hati. Ia mengenang kebaikan Vidi semasa hidup dan memohon keikhlasan dari semua pihak atas segala kekhilafan almarhum.

"Vidi itu orang baik, meninggal di bulan yang baik. Jika ada kesalahan mohon dibukakan pintu maaf," ucapnya di TPU Tanah Kusir, Kebayoran, Jakarta Selatan, Sabtu (07/03/2026).

Usai prosesi pemakaman selesai, pihak keluarga dan istri tercinta, Sheila Dara, melakukan tabur bunga di atas pusara. Momen ini kemudian diikuti oleh para pelayat lainnya yang ingin memberikan penghormatan terakhir.

Antusiasme pelayat yang begitu besar membuat panitia harus mengatur barisan agar proses tabur bunga berjalan tertib. Satu per satu, sahabat dan kerabat maju ke pusara untuk menaburkan bunga dan memanjatkan doa terbaik bagi Vidi. Pemandangan ini menggambarkan betapa besarnya cinta yang mengelilingi Vidi hingga akhir hayatnya.

Sebagai latar belakang, Vidi Aldiano mengembuskan napas terakhirnya pada Sabtu (7/3/2026) setelah berjuang melawan penyakit kanker ginjal. Dalam sebuah video berjudul i HAD cancer di kanal YouTube miliknya, Vidi pernah menceritakan awal mula dirinya divonis mengidap penyakit tersebut pada Oktober 2019.

"Ini berawal dari Oktober 2019, di mana sebenarnya gue hilang suara gue, dan gue bawa ke THT. Di situ gue cek tensi segala macam, gue tiba-tiba dibilang, 'Vidi kamu tuh hipertensi ya?'" kenang Vidi dalam video tersebut.

Berawal dari kecurigaan hipertensi, Vidi menjalani pemeriksaan lanjutan hingga ke Singapura. Hasil USG kemudian menemukan adanya benjolan pada ginjalnya, yang akhirnya didiagnosis sebagai kanker ginjal. Sejak saat itu, Vidi terus berjuang menjalani serangkaian pengobatan hingga akhirnya berpulang. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam bagi dunia musik Indonesia.

Sumber : KapanLagi.com