Ari Irham dan Asri Welas Siap Teror Lewat 'Hajatan Setan'
06 March 2026, 15:45 WIB
Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan karya horor yang menjanjikan ketegangan maksimal. Hajatan Setan, sebuah film kolaborasi antara MBK Productions dan Drias Film, siap menebar teror misterius di bioskop Tanah Air. Simak selengkapnya di sini yu
Dunia perfilman Indonesia kembali kedatangan karya horor yang menjanjikan ketegangan maksimal. Hajatan Setan, sebuah film kolaborasi antara MBK Productions dan Drias Film, siap menebar teror misterius di bioskop Tanah Air. Film yang juga bekerja sama dengan Mockingbird Pictures untuk distribusi internasional ini menawarkan sensasi folk horror yang kental dengan nuansa ritual pedesaan.
Film ini menggandeng deretan bintang lintas generasi, mulai dari aktor muda Ari Irham, Gisellma Firmansyah, hingga nama-nama senior seperti Asri Welas, Karina Suwandi, dan Indra Birowo. Tak ketinggalan, Alika Jantinia, Tanta Ginting, Bima Zeno, dan Sita Permata Sari juga turut meramaikan jajaran pemain yang solid ini.
Baca berita Hajatan Setan lainnya di Liputan6.com.
Ari Irham, yang didapuk sebagai salah satu pemeran utama, mengaku sangat tertantang dengan kedalaman emosi karakternya. Baginya, film ini bukan sekadar horor biasa, melainkan sebuah eksplorasi psikologis yang menegangkan.
“Yang membuat saya tertarik adalah bagaimana horornya terasa dekat dan personal. Ada trauma, ada tekanan sosial, dan itu membuat ketakutannya terasa nyata,” ungkap Ari Irham antusias.
Senada dengan Ari, Asri Welas juga merasakan aura mencekam sejak pertama kali membaca naskah. Aktris yang biasa tampil jenaka ini menyebut Hajatan Setan sebagai salah satu proyek paling intens yang pernah ia jalani, bahkan judulnya saja sudah cukup membuatnya bergidik ngeri.
"Begitu membaca naskahnya, saya langsung merinding. Ada momen-momen yang benar-benar membuat saya tidak nyaman. Istilah ‘hajatan setan' sendiri sudah cukup menyeramkan, karena kita semua tahu hajatan itu identik dengan kebahagiaan, tapi di sini justru jadi sumber teror," tutur Asri Welas.
Disutradarai oleh duo Bambang Drias dan Eko Kristianto, film ini mengambil latar di sebuah desa di Jawa yang menyimpan rahasia kelam. Cerita bermula ketika seorang perempuan muda pulang ke kampung halamannya, namun kepulangannya justru memicu rentetan kejadian ganjil yang mengusik ketenangan warga.
Bambang Drias menjelaskan bahwa film ini ingin mengajak penonton mempertanyakan kembali makna di balik tradisi yang selama ini dianggap lumrah.
"Kami sering melihat hajatan sebagai simbol kebahagiaan dan kemakmuran. Tapi bagaimana kalau di balik itu ada harga yang harus dibayar?" jelas sang sutradara.
Sementara itu, Eko Kristianto menambahkan bahwa pendekatan realis sengaja dipilih agar teror yang disajikan terasa lebih dekat dan masuk akal bagi penonton.
"Kami ingin penonton merasa ini bukan cerita yang jauh dari kehidupan sehari-hari. Ketika satu desa percaya bahwa pengorbanan adalah bagian dari tradisi, horornya jadi terasa masuk akal, dan justru itu yang menjadi sumber horornya. Hajatan Setan bermain di wilayah itu: antara kepercayaan dan ketakutan," pungkas Eko.