Investor Bongkar Awal Mula Tergiur Bisnis Suami Boiyen, Kenal Sebagai Tour Guide
06 January 2026, 20:20 WIB
Kasus dugaan penipuan investasi yang menyeret nama suami Boiyen, Rully Anggi Akbar (RAA), mengungkap fakta menarik tentang awal mula perkenalan pelapor dengan terlapor. Simak selengkapnya di sini!
Kasus dugaan penipuan investasi yang menyeret nama suami Boiyen, Rully Anggi Akbar (RAA), mengungkap fakta menarik tentang awal mula perkenalan pelapor dengan terlapor. Ternyata, hubungan bisnis mereka bermula dari pertemuan yang cukup sederhana saat liburan.
Rio, selaku pelapor dan investor, menceritakan bahwa ia pertama kali mengenal RAA bukan sebagai pengusaha kuliner, melainkan sebagai pemandu wisata atau tour guide. Pertemuan itu terjadi saat Rio sedang berlibur ke Yogyakarta beberapa waktu silam.
Akses artikel seputar Boiyen di Liputan6.com.
"Dulu sih pas awal kali pertama kali ketemu tuh sebagai, ketemunya tuh sebagai tour guide. Jadi pas jalan-jalan ke Jogja, ketemu, ya dari situlah mulai kenal," ungkap Rio di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Selasa (06/01/2026).
Dari perkenalan tersebut, komunikasi terus berlanjut hingga akhirnya RAA menawarkan proposal investasi bisnis kuliner Sateman Indonesia. Rio mengaku tergiur karena melihat sosok RAA yang sopan dan terkesan pekerja keras saat itu.
"Terus kayak lumayan kerja keras lah kalau kita sekilas gitu, melihat gitu kan. Ya memang dari awal itu sebelum ada perjanjian ini juga sudah mengenal ya, sudah ada komunikasi gitu," tambah Rio.
Selain karakter personal, latar belakang pendidikan RAA yang disebut-sebut sebagai dosen sekolah tinggi juga menjadi faktor penambah kepercayaan Rio. Ia tak menyangka jika kerja sama yang awalnya didasari kepercayaan ini akan berujung masalah.
Marlin, rekan Rio yang juga menjadi korban, menambahkan kekecewaannya. Ia menyinggung soal pernikahan mewah RAA dan Boiyen yang seharusnya mencerminkan kemampuan finansial yang baik untuk menyelesaikan kewajiban utangnya.
"Bagian kan pestanya besar ya, kawinnya ya. Ada mahar, masa enggak bayar hutang," sindir Marlin.
Pihak pelapor menegaskan bahwa transfer dana investasi dilakukan langsung ke rekening pribadi RAA, bukan rekening perusahaan. Hal inilah yang memperkuat dugaan adanya unsur penggelapan dana.
Kini, nasi sudah menjadi bubur. Kepercayaan yang diberikan Rio dan Marlin harus dibayar mahal dengan kerugian ratusan juta rupiah dan proses hukum yang panjang.